Membawa Hewan Ternak ke Tanah Lapang Saat Istisqa’

Apakah disyareatkan bagi kita untuk membawa hewan-hewan ternak ke tanah lapang saat shalat istisqa’ ?

Jawab:

Sebagian fuqaha’ dari kalangan Syafi’iyyah dan Hanabilah memang berpendapat demikian, disunnahkan membawa keluar hewan-hewan ternak saat shalat istisqa’, sebagaimana disebutkan Ash-Shan’ani dalam Subulus Salam (3/283).

Mereka berdalil dengan sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam Ad-Daruquthni (2/66) dan Al-Hakim (1/325-326):

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: – خَرَجَ سُلَيْمَانُ عَلَيْهِ اَلسَّلَامُ يَسْتَسْقِي, فَرَأَى نَمْلَةً مُسْتَلْقِيَةً عَلَى ظَهْرِهَا رَافِعَةً قَوَائِمَهَا إِلَى اَلسَّمَاءِ تَقُولُ: اَللَّهُمَّ إِنَّا خَلْقٌ مِنْ خَلْقِكَ, لَيْسَ بِنَا غِنًى عَنْ سُقْيَاكَ, فَقَالَ: ارْجِعُوا لَقَدْ سُقِيتُمْ بِدَعْوَةِ غَيْرِكُمْ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Nabi Sulaiman pernah keluar untuk memohon hujan, lalu beliau melihat seekor semut terlentang di atas punggungnya dengan kaki-kakinya terangkat ke langit seraya berkata: “Ya Allah kami adalah salah satu makhluk-Mu yang bukan tidak membutuhkan siraman airmu. Maka Nabi Sulaiaman berkata: Pulanglah, kamu benar-benar akan diturunkan hujan karena doa makhluk selain kamu.”

Disamping hadits ini yang mereka jadikan dalil, mereka juga menyebutkan alasan bahwa kekeringan juga melanda hewan, maka hewanpun ikut dikeluarkan untuk menghadiri istisqa’.

Namun yang benar dari dua pendapat ulama adalah pendapat yang mengatakan tidak disyareatkan mengeluarkan hewan-hewan ternak mengikuti shalat istisqa dengan beberapa alasan berikut:

Pertama: Rasulullah saw tidak melakukan hal ini

Kedua: Membawa keluar hewan-hewan ternak ke luar mengakibatkan kita sibuk dengan hewan-hewan tersebut disamping kita terganggu dengan suara-suara mereka saat melaksanakan shalat istisqa

Ketiga: Adapun hadits Abu Hurairah ra seandainya shahih tidak bisa dijadikan dalil dalam masalah, karena dalam hadits tersebut Nabi Sulaiman tidak membawa hewan keluar namun beliau hamya berpapasan dengan seekor semut yang memohon hujan kepada Allah ta’ala. Wabillahittaufiq. (Tentang Takhrij Hadits ini dan faedah-faedahnya insyaallah kita susulkan dalam syarah hadits)

Di unggah dari : http://salafartikel.wordpress.com/

Posted on Januari 31, 2012, in Fiqih, Tanya Jawab, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: