Hukum Laki-laki Memakai Kalung

Fadhilatusy syaikh al Utsaimin menjawab, “mengenakan kalung untuk tujuan berhias (bagi laki-laki) adalah haram hukumnya karena mengenakan kalung termasuk kebiasaan para wanita. Dengan demikian ia telah berbuat tasyabbuh dengan wanita sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita.

Keharaman serta dosa memakai kalung semakin bertambah jika kalung tersebut terbuat dari emas. Dengan demikian kalung tersebut haram bagi laki-laki dari dua sisi sekaligus; dari sisi bahwa ia adalah emas (yang terlarang bagi laki-laki untuk memakainya) dan dari sisi yang lain bahwa ia menyerupai wanita. Dan semakin buruk lagi jika pada kalung tersebut terdapat gambar hewan atau gambar raja. Bahkan yang lebih buruk dari semua itu jika kalung tersebut terdapat salib. Maka kalung yang seperti  ini haram dikenakan sekalipun yang mengenakannya adalah seorang wanita. Wanita juga diharamkan mengenakan perhiasan yang di dalamnya terdapat gambar (bernyawa), baik gambar itu gambar manusia, burung atau bukan burung atau terdapat salib di dalamnya. Dan ini -yang aku maksud mengenakan sesuatu yang terdapat gambar di dalamnya- adalah haram bagi laki-laki dan wanita. Maka tidak boleh ada dari keduanya (laki-laki dan perempuan) mengenakan sesuatu yang di dalamnya terdapat gambar hewan atau salib. Wallahu a’lam.

Referensi : Halal-Haram dalam Islam oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin, disusun oleh Syaikh Abu ‘Abdillah ‘Adil bin Sa’ad, hal 672, Pustaka As Sunnah.

Posted on Januari 31, 2012, in Fiqih, Uncategorized. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. bagaimana gan dengan kalung ayat kursi yang di banyak disebarkan pada iklan di web? Disitu di jelaskan untuk pria tidak mengapa,karena bukan untuk berhias

  2. bismillah.
    kalung yang semacam itu digolongkan oleh para ulama dalam bab at-tamaim. dan bisa tegolong pada kesyirikan jika digunakan untuk tujuan tolakbala atau mengobati sesuatu.
    dalam riwayat Ahmad dan Abudaud Rosul ‘alaihi sholatu wassalam melarang hal tersebut dan menggolongkannya kepada kesyirikan.
    sohabat Ibnu Mas’ud membenci hal itu walau dari apa saja bahannya.
    hal tersebut bisa di rujuk kepada:
    1. hadits ibnu mas’ud rodhiyallohu ‘anhu pada sunan abi daud.
    2. hadits abi basyir al-anshori riwayat bukhori/ muslim. atau dalm syarahnya al imam ibnu hajar (fathul bary).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: