Daily Archives: Februari 20, 2012

Untuk Para Ayah Dari Sang Putri

Berikut adalah syair seorang wanita dari daerah Thur Al Bahah. Orang tuanya menghalanginya untuk menikah hingga ia menjadi tua dan laki-laki yang menginginkannya menjadi sedikit.

Saat kutulis suratku ini dengan jari jemariku,

air mataku mengalir deras dari kedua mataku.

Kukirim suratku ini kepada dua orang tuaku,

dengan penuh perhatian dan kasih sayang megasuhku.

Kukirim surat ini meski aku tak ingin mengungkapkanya,

tapi gejolak hati dan perasaan tak kuasa membendungnya.

Saat kumenulisnya air mataku menumpahkan seluruh isinya,

kumenulisnya dari kebimbangan yang nyata.

Sungguh aku telah menyembunyikan kesedihanku,

tetapi itulah yang menyebabkan hancur hatiku.

Saat kulihat uba mulai tumbuh di kepala,

kurasa uban ini seperti api yang membara.

Wahai ayahku, janganlah kau halangi masa mudaku,

sungguh umurku penuh duka telah berlalu.

Saat kulihat anak-anak, tak terasa berlinang air mataku,

hati ini merintih karena kejamnya rintangan orang tuaku.

Saat kulihat wanita menjalani hidup dengan suaminya,

anak-anaknya tidur lelap di pangkuannya.

Saat kulihat dia penuh kasih sayang terhadap anaknya,

ada sesuatu yang mengetuk relung jiwa.

Wahai ayahku, jangan kau bunuh aku dengan kesedihan,

pembunuhan tanpa pedang atau persenjataan.

Wahai ayahku, Allah tetapkan taqdir untukku,

aku butuh suami dan anak-anakku.

Inilah ketetapan-Nya, sang pembuat hokum lagi bijaksana,

Dia tetapkan kepada semua manusia.

Jika kau menghendaki gaji dan karirku,

ambillah dengan cuma-cuma apa yang ada di benakmu.

Atau engkau ingin menjual anak gadismu pada orang yang mau harga tinggi,

itu urusan kedua bagimu.

Demi Allah ini jual beli yang merugi,

mirip kambing dan domba yang dijual beli.

Wahai ayahku, cukup jangan kau sia-siakan masa depanku,

ataukah tak cukup bagimu menyia-nyiakan umurku yang telah berlalu.

Jika kau tetap tidak mau mengindahkan suratku,

ketahuilah Allah tak akan melupakanku.

Pada hari kiamat kita akan bertemu untuk menjalani hisab kita,

di hadapan Allah Yang Maha Esa dan pemberi balasan serupa.

Didatangkan neraka, dan malaikat berada di sekitarnya,

kau lihat lidah api yang menyala.

Di sana kau akan tahu hak setiap anak perempuan,

mereka dikekang di balik tembok tanpa alasan.

(Ummu Salamah As Salafiyyah, Al Intishor Li Huquuqul Mu’minat)

Dari Al-Akh Faris Aqsha

Walaupun Penampilan Luar Ahlus Sunnah dengan Teroris Terkadang Sama, Namun Hakikatnya Berbeda [Penting]

Tanya jawab bersama Asy Syaikh Khalid bin Dhahwi Azh Zhafiri ketika beliau menjadi narasumber dalam acara ceramah & dialog interaktif dengan tema “Bahaya Terorisme & Anarkisme bagi Kaum Muslimin, Generasi Muda Islam dan Negara” Rabu malam 20 Juli 2011 di Masjid Agung Sleman.

Pertanyaan :

Bagaimana cara membedakan kelompok teroris dengan yang lainnya, sedangkan pakaian dan atribut mereka secara zhohir (tampak luar) sama dengan yang lainnya?

Jawaban :

Tidak diragukan lagi tentunya perbedaan begitu nyata, sebagaimana telah Allah subhanahu wa ta’ala sebutkan dalam Al Qur’an :

 وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ

“Dan sungguh kamu akan mengetahui mereka dari perkataan dan ucapan mereka.”  (QS. Muhammad : 30)

Terbedakan mereka yang sebagai kaum khawarij/teroris dengan kelompok yang lain terutama dengan ahlus sunnah wal jama’ah, dalam beberapa point.

Yang pertama dalam keyakinan mereka demikian pula dalam statement dan perkataannya. Jika kita mendapati orang yang menjabarkan dan menjelaskan tentang kewajiban dan pentingnya ta’at dan patuh kepada pemerintah, menjelaskan tentang haramnya pengkafiran seorang muslim apalagi pemerintahnya, pengkafiran tanpa hujjah, maka pastilah yang demikian dari ahlus sunnah.

Maka ini semua mengajarkan kepada kita, bahwa penilaian bukan pada sekedar atribut belaka, bukan hanya karena pakaian sama atau atribut luar sama, kemudian kita sama ratakan yang satu dengan yang lain, tentu hukum semacam ini tidaklah adil. Yang menjadi penentu adalah keyakinan seseorang, statement dan ucapannya, demikian pula amal perbuatannya.

Kita pula bisa membedakan

Yang kedua dari amal perbuatan mereka. Maka ahlus sunnah wal jama’ah mereka selalu taat dan patuh kepada pemerintahnya, dan itu yang mereka ajarkan kepada umatnya. Mereka (ahlus sunnah wal jama’ah) tidak akan menyebut kesalahan dan kekurangan pemerintahnya, tidak akan mereka sebut-sebut itu di majelis-majelis umum, tidak akan mereka bicarakan itu di atas mimbar-mimbar atau di podium, di hadapan khalayak ramai.

Mereka pun tidak akan memprovokasi masa untuk melawan dan menentang pemerintahnya. Mereka tidak akan mencela dan mencaci maki pemerintahnya. Justru ahlus sunnah mencintai kebaikan untuk pemimpinnya.

Mereka justru berdoa mendoakan kebaikan bagi pemimpinnya, dan mereka selalu meyakini dan menyeru kepada yang lain untuk taat dan patuh kepada pemerintahnya dalam yang ma’ruf, bukannya melawan atau menentang kepada mereka. Tentu keyakinan dan perbuatan semacam ini sangat tampak, sebagai pembeda dan ciri khas antara teroris/khawairj dengan ahlus sunnah wal jama’ah.

Dari Al-Akh Faris Aqsha Jazaahullaahu khairan

Tambahan: Untuk download rekamannya di sini.