Do’a Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam untuk Ummu Abi Hirr

Tentu tidak asing bagi kita sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu. Nama beliau adalah Abdurrahman bin Sokhr Ad-Dausi. Ad-Dausi adalah nisbat (penyandaran) kepada Daus bin ‘Adtsan bin Abdillah bin Zahran bin Ka’b bin Al-Harits bin Nashr bin Al-Azd, sebuah kabilah besar yang dinisbatkan kepadanya, banyak tokoh yang berasal dari kabilah ini di antaranya adalah Abu Thufail bin ‘Amr Radhiyallahu’anhu dan Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu. (Lihat Al Lubab Ri Tahdzibul Ansab (1/513))

Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu menyertai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam sejak masa perang Khaibar, tepatnya pada tahun tujuh hijriyah.

Empat tahun lamanya Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menimba ilmu hingga menjadi seorang yang faqih, pemuka ulama sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Rasul Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau sosok yang sangat berbakti pada ibunya. Walaupun ibunya musyrik namun Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu selalu menyertai ibunya dengan akhlak mulia, tidak lupa pula beliau bersemangat mengajak ibunya beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau bercerita Sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (2/319-320), juga Imam Muslim dalam Shahih-nya Kitab Fadhailu Ash Shahabah (4/1938 no.2491): “Dahulu Ibuku kafir, seorang musyrik. Namun Aku tidak pernah bosan mengajak ibuku untuk masuk islam.”

“Suatu hari Aku ajak ibuku untuk masuk islam tapi ia enggan, bahkan mengucapkan kalimat buruk tentang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang aku sangat membencinya.”

Sambil menangis aku pergi menemui Rasul Shalallahu ‘alaihi wa sallam, Aku berkata: “Ya Rasulullah, Aku tidak pernah bosan mengajak ibuku masuk islam, hari inipun aku ajak ibuku beriman, tetapi ia tetap enggan bahkan berkata tentangmu dengan ucapan yang aku sangat membencinya. Wahai Rasulullah, mohonkan kepada Allah agar Dia memberikan hidayah pada ibuku.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam memenuhi permintaan Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, kemudian beliau berdoa: “Ya Allah berilah hidayah atas Ummu Abi Hurairah.”

Kata Abu Hurairah: “Dengan penuh kebahagiaan aku kembali ingin mengabarkan kepada ibuku doa Rasul Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sesampainya aku di depan pintu, kudapatkan pintu terkunci.’

Ibuku mendengar langkah kedua kakiku, dari dalam Ibuku berkata: ‘Wahai Abu Hurairah, tetaplah kau diluar!’

Kudengar suara air[1], lalu Ibu membuka pintu, kulihat ia telah memakai baju dan kerudung, tiba-tiba ibuku berkata: Wahai Abu Hurairah ‘Asyhadu Allailaha illallah Wa Anna Muhammadarrasulullah’”.

Allahu Akbar ! betapa cepatnya doa Rasulullah Shalallahu’alaihi wa Sallam terkabul!.

Berkata Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu: “Segera aku kembali kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan menangis penuh kebahagiaan sebagaimana sebelumnya aku menangis dengan penuh kesedihan…. membawa kabar gembira. Keislaman Ibuku”.

Aku berkata: “Wahai Rasulullah, berbahagialah, Allah telah kabulkan doamu, Dia anugerahi hidayah atas Ummu Abi Hurairah”.

Rasulpun memuji dan menyanjung Allah ta’ala …

(Sumber: Kisah-kisah Menakjubkan dari Mukjizat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, Abu Isma’il Muhammad Rijal Lc)


[1] Ibu Abu Hurairah mandi sebelum mengucapkan syahadat. Termasuk mandi yang disyariatkan adalah bagi mereka yang masuk islam sebagaimana ditunjukkan hadits-hadits shahih seperti kisah masuk islamnya Tsumamah bin Utsal Radhiyallahu’anhu.

 

Posted on Februari 22, 2012, in Kisah, Uncategorized, Wanita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: