Daily Archives: Maret 3, 2012

TINGGINYA HAK SEORANG TAMU DALAM SYARI’AT ISLAM

Pembaca yang mulia, semoga Allah senantiasa membimbing kita ke jalan yang diridloi-Nya dan menjaga kita dari segala kejelekan. Tamu memiliki hak yang tinggi dalam syari’at agama Islam. Menyambut, memuliakan dan menjamunya merupakan syiar Islam yang harus dijaga. Demikianlah dakwah yang diemban oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam untuk menyempurnakan akhlaq dan adab umat manusia. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq (umat manusia).”

Para pembaca, semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepada kita semua, syi’ar ini merupakan bukti kesempurnaan dan rahmat Islam terhadap umat manusia. Sampai-sampai dikatakan oleh shahabat Abu Dzar Al Ghifari t (artinya):

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam telah meninggalkan kita dalam keadaan tiada seekor burung pun yang mengepakkan sayapnya di udara melainkan pasti telah dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam ilmunya kepada kita. Karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ إِلاَّ وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمْ

“Tidak ada suatu perkara yang dapat mendekatkan kepada Al Jannah (surga) dan menjauhkan dari An Naar (neraka) kecuali telah dijelaskan kepada kalian semuanya.” (HR. Ath Thabrani, dalam Al Kabir 2/211)

Makna perkataan shahabat Abu Dzar radhiallahu ‘anhu adalah bahwa seluruh perkara agama ini telah dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan sempurna sampai perkara yang sekecil-kecilnya. Apalagi perkara tamu, tentunya Islam merupakan agama yang terdepan dan paling sempurna dalam memuliakannya.

Anjuran Memuliakan Tamu

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ وَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya memuliakan tamunya.” (Muttafaqun ‘Alaihi, dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Al Imam Al Qadhi ‘Iyadh mengatakan: “Makna hadits tersebut adalah bahwa barangsiapa yang berupaya untuk menjalankan syari’at Islam, maka wajib bagi dia untuk memuliakan tetangga dan tamunya, serta berbuat baik kepada keduanya.”

Dari hadits di atas terdapat beberapa kandungan yang mulia, diantaranya:

1. Memuliakan Tamu merupakan bentuk kewajiban

Di dalam hadits di atas memuliakan tamu merupakan sunnah (jalan/tuntunan) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan, ia merupakan perintah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang sudah sepantasnya seorang muslim yang mengaku cinta kepadanya untuk menjalankannya. Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Dan segala apa yang diperintah Rasulullah maka kerjakanlah, dan segala yang dilarang darinya maka tinggalkanlah.” (Al Hasyr: 7)

2. Penyempurna Iman Read the rest of this entry

Ini Untukmu Wahai Kaum Hawa !

     Pembaca, mudah-mudahan Allah subhanahu wata’ala memberikan keberkahan pada kita semua, adalah merupakan suatu ketetapan dari Allah subhanahu wata’ala ketika Allah telah menetapkan bagi kaum hawa untuk mengalami apa yang dinamakan haid (menstruasi). Pasti setiap wanita akan mengalami masa haid sebagai salah satu tanda dari baligh baginya.

Maka pada pembahasan kali ini akan kami sajikan untuk anda beberapa hal yang berhubungan dengan haid dikarenakan begitu peliknya permasalahan ini. Demikian pula permasalahan haid sangat berhubungan erat dengan permasalahan ibadah lainnya, bahkan dalam permasalahan halal dan haramnya suatu ibadah tertentu.

Pengertian Haid (lebih…)