Takut Mati?!

      Dalam kehidupan masyarakat luas, kita tidak aneh lagi bila mendengar dari mulut yang berbadan keker dan penuh dengan kesombongan atau bahkan dari anak-anak yang bersenda gurau bersama temannya ucapan “ah…. konyol TAKUT MATI !”.

Kalau sejenak kita fikirkan sepertinya ada masalah tentang ucapan tersebut?!.

Setidaknya ada satu pertanyaan “apa benar takut kematian itu adalah sebuah aib dan tanda kelemahan seseorang?”.

Dahulu, di zaman sohabat ( sepeninggal Rosul shollallohu’alaihiwasallam) datang kepada ‘Aisyah rodhiallohu’anha salah seorang tabiin yaitu Syuraih rohimahulloh. Ia berkata: “Wahai ummul mu’minin, aku mendengar satu hadits Rosul ‘alaihissolatuwassalam dari sohabat Abu Hurairoh rodhiallohuanhu. Jika memang demikian maka kami benar-benar celaka?!”.

Maka Ummul Mu’minin menjawab: “sesungguhnya kecelakaan itu, apa yang memeng dikatakan celaka oleh sabda Rosul !, hadits apa yang kamu dengar?”

ia berkata: “telah bersabda Rosul ‘alaihi sholatuwassalam:barang siapa yang senang bertemu dengan Allah, Allah pun akan senang bertemu dengan dia. Dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah, Allah pun akan beci bertemu dengan dia”. Dan tidak ada seorangpun dari kami kecuali kami takut akan kematian!, Maka ‘Aisyah pun menjawab: “Benar!, memeng Rosul sollallohu’alaihi wasallam mengatakannya. Akantetapi bukan seperti apa yang kamu fahami! Akan tetapi ketika dibelalakkannya mata keatas, nafas semakin cepat dan ketika bulu-bulunga berdiri juga nyawa itu diambil, maka ketika itulah “barangsiapa yang senang bertemu dengan Allah, maka Allahpun senang bertemu dengannya. Dan barang siapa yang benci bertemu dengan Allah, maka Allahpun benci bertemu dengannya”.

(diterjemahkan dari Kitab Al Ahadits Al Qudsiyyah di kamar selatan masjid Al Abror)

Maka dengan ini terjawablah sudah apa yang menjadi pertanyaan tadi, bahwasannya bukanlah sebuah aib dan kelemahan jika seseorang erasa takut dengan kematian.

Bahkan dalam riwayat yang lain (riwayat Al Imam Al Bukhori) sohabat pun mengadu kepada Rosul sollallohu’alaihi wasallam tentang ketakutannya mereka kepada kematian.

Dan menjadi hal penting juga bahwa Rosul sollallohu’alaihi wasallam mengajarkan kepada kita suatu do’a untuk berlindung dari kematia yaitu ketika dalam do’a tasyahud.

Faidah penting!

Tidak bolehnya memahami Nash Al Quran atau Al Hadits dengan pemahaman pribadi atau kelompok.

Posted on April 6, 2012, in Aqidah, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: