Gambar Makhluk Bernyawa untuk pendidikan.

Gambar makhluk hidup untuk kepentingan belajar mengajar seseorang mungkin ada yang mengatakan sangat penting; tapi para ulama yang mereka tau dizaman Rosulpun sangat banyak para ahli menggambar, akantetapi mereka mengedepankan dalil seperti yang dikatakan oleh:
Asy-Syaikh Muqbil rohimahulloh: “Pendapat yang membolehkan gambar untuk kepentingan pengajaran tidaklah ada dalilnya. Bahkan hadits tentang dilaknatnya tukang gambar yang telah lewat penyebutannya sudah meliputi hal ini. Dan juga bila hal ini dibolehkan akan menumbuhkan sikap meremehkan perbuatan maksiat tashwir (membuat gambar) di jiwa para pelajar. Sehingga mereka akan meniru perbuatan tersebut yang berakibat mereka bersiap-siap menghadapi laknat Allah bila mereka belum baligh dan mereka dilaknat bila sudah baligh. Mereka akan menolong perbuatan maksiat bahkan akan membelanya. Bila demikian, di manakah rasa tanggung jawab (para pendidik)? Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda dalam hadits yang masyhur:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.”

“Tidak ada seorangpun yang dijadikan sebagai pemimpin oleh Allah namun dia tidak memimpin rakyatnya tersebut dengan penuh nasihat (tidak mengemban amanah dengan baik malah berkhianat kepada rakyatnya, –pent.) melainkan sebagai ganjarannya dia tidak akan mendapatkan (mencium) wanginya surga.”HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ma’qil bin Yasar
Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam sungguh sangat memperhatikan pendidikan anak-anak dengan tarbiyyah diniyyah (pendidikan agama). Beliau pernah bersabda:

“Setiap anak itu dilahirkan di atas fithrah, maka kedua ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah
Beliau juga bersabda dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkannya dari Rabbnya:

“(Allah berfirman:) sesungguhnya Aku menciptakan hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus dalam mengesakan Allah”karena kalau terbiasa dengan gambar makhluk bernyawa dan membiarkannya” berarti kurang ketaatannya kepada Allah ta’ala) lalu setan membawa pergi/ mengalihkan mereka (dari kelurusannya).” HR. Muslim dari ‘Iyadh bin Himar Al-Mujasyi‘i
Dengan demikian haram bagi guru/ pendidik dan bagi pemerintah/ penguasa untuk memberi kesempatan dan kemungkinan bagi para pelajar untuk menggambar (makhluk hidup). (Hukmu Tashwir, hal. 34-35)

adapun untuk pendidik maka kita berusaha untuk menjauhinya,

adapun untuk pemerintah, kita nasehatkan dengan datang langsung kepada mereka bukan dengan berdemontrasi atau berkoar-koar di mimbar-mimbar umum yang isinya menasehati pemerintah hal itu bukan menasehati melainkan profokasi. Hal inilah yang dikatakan jihad oleh Rosulullah “Qoulul Haq ‘inda sulthonin jaair” karena besar resikonya.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Mudah-mudahan saya dan teman-teman sekalian diberi taufiq oleh Allah ta’ala.

About Abul Hasan

KST Preorder www.kulakansandang.wordpress.com

Posted on Juni 1, 2017, in Anak & Keluarga, Aqidah, Manhaj, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: