Menjawab Salam Dengan Isyarat Ketika Sholat

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu bahwasanya ada sekelompok orang yang memberi salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di waktu Beliau sedang shalat, maka Beliau menjawabnya dengan isyarat. Tatkala Beliau telah memberi salam, Beliau berkata kepadanya, “ Sesungguhnya kita dahulu menjawab salam di dalam shalat kita, lalu kita telah dilarang dari hal itu.”

Dalam hadits ini terdapat petunjuk yang terang bahwa membalas salam oleh orang yang sedang shalat secara lafazh dahulu pernah disyariatkan di awal islam di Makkah, kemudian dihapus dengan membalasnya menggunakan isyarat di madinah.

Padanya menunjukkan mustahab memberi salam kepada orang yang sedang shalat berdasarkan penetapan dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu sebagaimana ditetapkan oleh selainnya dari orang-orang yang pernah memberi salam kepadanya ketika sedang shalat. Tentang masalah ini ada banyak hadits yang sudah dikenali.

Ash-Shahihah bag. 2/6/999

 

Referensi : Fiqih Pilihan Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani –Rahimahullah-, oleh Mahmud bin Ahmad Rasyid, hal 253-254, Terbitan Pustaka Salafiyah.

Posted on Januari 26, 2012, in Fiqih, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: