Hukum Berdiam Diri di Toilet Lebih Dari Kebutuhan

Seseorang diharamkan berdiam di dalam toilet-toilet lebih dari keperluan, dan ia wajib keluar ketika berakhirnya (keperluannya itu).

Mereka mendasari hal itu dengan dua alasan yaitu sebagai berikut:

Pertama: bahwa perbuatan tersebut menyebabkan tersingkapnya aurat tanpa ada keperluan.

Kedua: bahwa tempat-tempat buang hajat dan toilet-toilet adalah tempat tinggal para syetan dan jiwa-jiwa yang buruk, maka tidak sepatutnya berlama-lama di tempat yang buruk ini.

Haramnya menetap di tempat tersebut dibangun atas dasar alasan dan tidak ada satu dalilpun dari Nabi Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam tentang itu. Oleh karena itulah, Imam Ahmad dalam satu riwayat darinya berkata, “Bahwa hal itu dimakruhkan dan tidak diharamkan.” (Asy-Syarh Al-Mumti’, juz 1 hal. 82)

[Referensi: Halal-Haram Dalam Islam Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin hal. 223, disusun oleh Syaikh Abu Abdillah Adil bin Sa’ad, penerbit Pustaka As-Sunnah]

Posted on Januari 31, 2012, in Fiqih, Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: